Perkembangan Teknologi Informasi berdampak terjadinya globalisasi dunia. Sekat-sekat wilayah, ruang, dan waktu bukan lagi kendala. Kejadian di belahan benua lain, bisa disaksikan pada saat yang sama. Teknologi telah menipiskan dan menyempit batasan-batasan negara, dalam pengertian adanya pergeseran nilai, paradigma, sosial budaya, dan ekonomi menjadi tak terpisahkan. Apakah dampaknya menguntungkan atau sebaliknya ? Siapkah bangsa Indonesia dengan arus globalisasi ? Mampukah era digital ini meningkatkan kualitas hidup masyarkat Indonesia ?
Pengguna Jasa Telekomunikasi beruntungkah ?
Dalam teknologi informasi dan komunikasi, salah satu faktor terpenting yaitu kemudahan mengakses. Akses dalam pengertian "memakmurkan" pelayanan informasi. Masyarakat dimanjakan dengan layanan yang serba cepat, efektif, mudah dan murah.
Internet salah satu diantaranya. Dewasa ini banyak muncul sekolah, pelatihan, seminar diskusi online. Hanya membutuhkan perangkat komputer dan kamera serta video streaming . Belajar tidak perlu lagi pergi ke suatu tempat yang sering terjebak macet diperjalanan. Disamping itu bisa menghemat biaya, waktu, dan memudahkan. Sama halnya ketika membeli barang atau membutuhkan suatu jasa hanya memasukan nomor kartu kredit, proses transaksi selesai. Ini sangat membantu masyarakat mengurangi biaya operasional.
Dengan demikian, akan terciptanya peluang-peluang baru. Masyarakat mengoptimalkan pemanfaatan internet untuk menggali potensi diri seperti skill dan knowledge. Sehingga kesejangan sosial, ekonomi, pendidikan, dan taraf hidup rakyat dapat berkurang. Masyarakat lapisan menengah ke bawah mendapatkan keleluasaan dalam memperoleh informasi sekaligus meningkatkan kualitas hidupnya.
- Edukatif, sebagai langkah awal pembelajaran dan pengetahuan masyarakat terhadap teknologi digital.
- Ekonomis, yaitu semakin murah, efisien dalam aktifitas bisnis dengan memanfaatkan e-commerance dan e-businnes. Transaksi pembelian dan penjual produk atau jasa secara elektronik dan penggunaan information and communication technologies (ICT) sebagai penopang kegiatan bisnis.
- Kualitatif, teknologi informasi meningkatkan skill masyarakat serta mengurangi perbedaan kesenjangan dalam masyarakat sekaligus menciptakan daya saing pada perdagangan bebas.
Upaya dukungan untuk memperoleh kemudahan layanan informasi yaitu dengan pemberlakuan tarif telekomunikasi yang murah di Indonesia. Sejalan dengan itu filosofi XL sebagai salah satu operator, berperan mencerdaskan bangsa Indonesia dalam rangka peningkatan kualitas hidup masyarakat dengan penurunan tarif sebagai langkah positif.
Tarif yang terjangkau akan menyuburkan interaksi sosial dengan terbentuknya himpunan komunitas dalam masyarakat. Adanya simbiosis mutualisma berupa pertukaran informasi, pemahaman baru, sekaligus membentuk pola pemikiran terbuka antara individu dan golongan.
Merupakan keuntungan bagi konsumen memperoleh pelayanan informasi dengan harga terjangkau khususnya bagi lapisan menengah ke bawah. Denyut nadi perekonomian rakyat semakin terasa, sebab memberikan peluang-peluang baru dengan adanya tambahan informasi dengan dukungan kemudahan transaksi.
Reformasi Infrastruktur Telekomunikasi
Penurunan tarif ( baca : tarif murah ) disadari atau tidak, berimbas pada lonjakan pemakaian. Jumlah pelanggan semakin bertambah akan berdampak kualitas jaringan berkurang sebab traffic line semakin padat. Dijelaskan Dian Siswarini, Sekertaris Jenderal Asosiasi Telekomunikasi Selular Indonesia (ATSI), penurunan kualitas layanan karena terjadi lonjakan jumlah pelanggan yang tidak disertai peningkatan Infrastruktur operator yang memadai.
Berdasarkan Penelitian Balitbang Depkominfo bahwa jumlah pemakai telepon 8,7 juta telepon tetap dan 23 juta telepon selular. Indonesia mempunyai teledensity 5-6 % ( density : jumlah pembicaraan yang digunakan tiap 100 individu ) dibandingkan Malaysia sekitar 20%, Singapura 50 %. Infrastruktur perlu percepatan guna menanggulangi kualitas layanan publik.
PT. Excelcomindo Pratama ikut bagian mendatangani konsorium Pembangunan Jaringan Serat Optik di Kawasan Indonesia Timur (KIT). Proyek Palapa Ring ini dimulai tahun 2008 sepanjang 10 KM menelan biaya 4 Triliun rupiah, sampai sekarang tengah berjalan. Program ini merupakan bagian peningkatan infrastrukur telekomunikasi dalam mengurangi ekses dari penurunan kualitas layanan.
Pembangunan infrastruktur yang terintegritas menjadi modal utama mengahadapi era globalisasi. Tanpanya reformasi telekomunikasi akan sangat "membosankan" , kedaluarsa, dan tidak efektif. Negara Indonesia punya tantangan dalam mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi. Bila fakta lapangan pembangunan hardware dan software tidak mengikuti perkembangan teknologi, maka akan terjadi kesenjangan digital ( digital divide ) Akibatnya Indonesia akan selalu tertinggal dalam menghadapi persaingan perdangangan bebas.
Tantangan ke depan dalam membangun e-government akan meningkat dan berat. Kerjasama pemerintah dan operator serta payung hukum dalam membangun kualitas hidup masyarakat bisa berjalan berdampingan. Dengan harapan Rakyat Indonesia bisa merasakan fasilitas layanan telekomunikasi murah dengan kualitas kelas dunia.
Jusuf


