Kamis, 24 Desember 2009

Mata Dunia Terarah pada Cape Town


Tulisan artikel berjudul " Mata Dunia Terarah pada Cape Town " yang diterbitkan tanggal 4 Desember 2009 oleh Redaksi Indonesia. Menarik sekali artikel ini untuk dianalisis karena menyentuh secara global terutama penggila bola diseluruh dunia.

Memang benar, denyut kegairahan pesta menjelangnya dimulai final Draw kejuaraan dunia 2010 di Cape Town sebagai tuan rumah Penyelenggara, ketika itu Jum'at sore 4 Desember 2009.

Dalam situs resmi suatu pesta bagi bangsa Afrika Selatan telah disiapkan, mirip tandingan perayaan di tahun baru. Sepanjang jalan dipenuhi lebih dari 18000 pengikut parade dengan penjagaan dua kali lebih ketat. Arak-arakan bergerak menuju pusat kota yang telah menyediakan lima layar lebar.

Disaksikan para kontestan Miss World yang berlangsung di Johannesberg, 12 desember 2009. Ditambah dengan pergelaran musik dari artis-artis lokal diselingi lenggokan diatas panggung catwalk dari peserta kontenstan kencantikan dunia. Bahkan masyarakat menyiratkan secara emotional menyatakan tidak pernah merasa sebangga hari ini sebagai bangsa Afrika selatan. Mereka menegaskan bahwa hari ini sebagai hal yang luar biasa, dan pasti dikenang karena pertama kali dirayakan disini dan masa depan tampak sangat cerah.

Adapun kecemasan tentang keamanan, kenyamanan serta kesiapan Afrika Selatan sebagai tuan rumah, tidaklah terbukti. CEO FIFA world Cup 2010, Dr Danny Jordan memaparkan keberhasilan dalam hasil undian telah membuktikan bahwa Afrika Selatan lebih dari sekedar siap melaksanakan suatu pertandingan dengan suasana berbeda ketika ke 32 tim tiba disini.

Masing-masing walikota dari tiap kota sesumbar telah menyiapkan segalanya. Salah satu Walikota tempat penyelenggaraan kejuaraan di Pelabuhan Mandela Bay, Mr Zanaxolo mengatakan " Kami telah mengantisipasi akomodasi, transportasi, kenyamanan, keamanan, hiburan dan tentunya Nelson Bay Stadion merupakan salah satu fasilitas yang terbaik di dunia. Kami yakin semua tim akan merasa betah disini. "

Sedangkan Pembangunan Stadion Cape Town, menjadi salah termegah sejak dimulai pembuatannya di tahun 2007 menelan biaya sekitar 600 Juta U$ Dollar dari 10 stadion yang bangun dan renovasi. Berlokasi di kawasan Green Point berlatar belakang 2 ikon Gunung Table dan Pulau Rubben, tempat pembuangan sekaligus tahanan politik semasa rezim Apartheid, seperti Walter Sisulu, Oliver Tambo, termasuk Penerima Nobel Perdamaian Nelson Mandela.

Bahkan Walikota Cape Town, mengatakan telah menerima pesan ucapan selamat dari berbagai dunia mengenai serangkaian peresmian Hasil Pengundian dan Cape Town telah benar-benar siap menjadi tuan rumah Piala dunia 2020.

Seutuhnya Cape Town benar-benar siap dan pantas. Tidak hanya itu mereka membangun Stadion Cape Town yang dirancang menggunakan bahan material yang bisa didaur ulang serta ramah lingkungan guna mendukung tercipta program ramah lingkungan yang dikenal dengan project Green Goal 2010. Implementasi 17 Oktober 2008 dengan menggandeng Pemegang Saham, LSM, Pebisnis, masyarakat sipil, media serta departemen lingkungan dan pariwisata.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar