Sudah biasa, tiap hari bergelut dengan kesulitan. Adakalanya harus dihadapi sendiri tanpa pertolongan siapapun. Karena memang sangat pribadi. Berusaha menutup diri dari siapapun. Seolah sudah menjadi beban diri. Kali itu terjadi, ketakutan, bakal terjadi sesuatu terus menghantui. Bayangan hidup penuh dengan kesuraman dan penderitaan begitu dekat. Bahkan segala daya upaya terbentur pada dinding tembok yang tebal dan sangat sukar dihancurkan. Keyakinan diri mulai luntur, semangat hidup menurun. Momen untuk menyerah dan pasrah. Semua bergantung pada keadaan apapun yang bakal terjadi. Berharap menunggu keajaiban...
Kata hope memang pilihan terakhir. Anehnya harapan itu begitu kuat saat-saat kritis muncul. Itulah satu-satu pegangan yang kita punya. Tapi agak ironis karena kita seolah mengambil keputusan pasif secara tindakan, untungnya sebagai idea, itu positif. Mirip berdoa untuk kebebasan. Hukum kausalitas terwujud Tiada harapan tanpa penderitaan. Intinya, hadiah harapan akan pasti muncul saat musibah ada. Harapan adalah sebuah anugerah.
Lalu bagaimana sebuah harapan menjadi solusi ? Tiap individu punya cara tersendii yang khas dan unik. Let's keep the hope..
Kata hope memang pilihan terakhir. Anehnya harapan itu begitu kuat saat-saat kritis muncul. Itulah satu-satu pegangan yang kita punya. Tapi agak ironis karena kita seolah mengambil keputusan pasif secara tindakan, untungnya sebagai idea, itu positif. Mirip berdoa untuk kebebasan. Hukum kausalitas terwujud Tiada harapan tanpa penderitaan. Intinya, hadiah harapan akan pasti muncul saat musibah ada. Harapan adalah sebuah anugerah.
Lalu bagaimana sebuah harapan menjadi solusi ? Tiap individu punya cara tersendii yang khas dan unik. Let's keep the hope..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar