2012 sebuah film yang mengundang kontroversi. Perdebatan mengenai hari akhir atau kiamat, setidaknya telah menimbulkan fenomena menarik. Sebagian golongon masyarakat mulai mengambil sikap. Bagi kalangan tertentu isu ini menjadi bahan guyonan bagi kaum bujangan. Lepaslah masa lajang kalian sebelum tahun 2012....!!. (kebetulan saya punya atribut itu, ,,,,hehehehe)
Tokoh politik lebih mengambil sikap diam ketimbang bersuara. Boleh jadi karena mereka tidak akan mendapatkan dukungan publik, disamping bukan haknya bersuara untuk masalah kiamat. Para pemuka agama tentunya lebih didengar meneriakan penolakan atau bahkan mengajak bertafakur.
Terlepas dari itu semua. Aku termasuk orang penikmat film. Sisi sinematografi dan cara penggarapan alur cerita, animasi, maupun karakter para pemeran. Seperti cerita-cerita Hollywood umumnya selalu disertai dengan bumbu romantis dan heroik yang paling menonjol. Mungkin itu pula kelebihan sisi bisnis sineas negeri Paman Sam. Disamping itu unsur erotisme, untungnya di film ini tidak begitu banyak disisipi.
Ada suatu dialog yang sangat menarik perhatian. Lokasinya sebuah perbukitan yang dipenuhi salju di Cina. Saat seorang murid belia dengan high curiosity dengan sifat umumnya anak muda tidak sabaran, banyak keinginan, temperamental dan banyak meminta. Ketika itu seorang bikhsu yang sudah uzur dan sarat pemahaman dengan tenang menuangkan minuman kedalam sebuah cangkir sehingga "mbleber". Si Murid tekejut dan mengingatkan gurunya bahwa cangkir sudah penuh. Sambil mengangkat cerek, pak tua itu menoleh pada anak muda tadi sambil berkata " To see clear wisdom we must empty a cup ".
Ada pesan tersirat dari perkataan tersebut.
Terkadang kita mengambil sikap atau keputusan dengan tergesa-gesa..
Adakalanya kita bertindak disaat kepala kita penuh dengan emosi...
Bahkan terlalu banyak keinginan yang ingin dicapai secepat mungkin...
Ingin menyelesaikan masalah dengan cara apapun...
Yang pada akhirnya, bukan menyelesaikan masalah malah menambah permasalahan baru. Ibarat tumpah air dalam cangkir tadi
Keputusan, sikap, dan tindakan yang benar-benar jelas dan bijak adalah dengan mengosongkan dulu dari pikiran-pikiran atau emosi perasaan dengan meneduhkan hati terlebih dahulu. Hal tersebut adalah personifikasi dari we must empty a cup....
Ambillah keputusan, tindakan, dan sikap disaat pikiran jernih dan hati yang bersih dan tenang..
Selasa, 26 Januari 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar